Minggu, 14 Februari 2016

PUISI : BUNGA BERACUN


BUNGA BERACUN

Aku tidak tahu apakah aku yang salah
Sungguh kala itu ku kira kebahagiaan ada di tengah kita
Yang tiap pagi datang bawa permata indah
Tuk ungkapkan betapa dirimu penuh dengan kharisma

Tiap yang ku lakukan ku kira buat mu senang
Tapi, ternyata hanya khianat berkumandang yang ku dapat
Bahkan tuk tiap belaian yang ku berikan saat petang
Kau anggap pula sebuah hinaan yang teramat

Saat malam aku masih bisa merasakan harum tubuhmu
Biarpun ku tahu kita terpisah oleh dinding-dinding tak bertuan
Sungguh tak ku sadari ternyata bunga beracun yang ku rindu
Yang dengan perlahan lumpuhkan akal sehat dan di tinggalkan tanpa alasan

Tapi, aku ini…
Tak bolehkah ku tahu kekuranganku ?
Karna ku berencana tuk tahan mentari
Sehingga ku tak tidur dalam malam dan lupakanmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dasar Melakukan Suatu Percakapan Yang Berhasil

Beberapa orang berpendapat bahwa bicara adalah sebuah bakat karena tidak semua orang dapat dengan mudah melakukan suatu pembicaraan atau...