BUNGA BERACUN
Aku tidak tahu apakah aku yang salah
Sungguh kala itu ku kira kebahagiaan ada di tengah
kita
Yang tiap pagi datang bawa permata indah
Tuk ungkapkan betapa dirimu penuh dengan kharisma
Tiap yang ku lakukan ku kira buat mu senang
Tapi, ternyata hanya khianat berkumandang yang ku
dapat
Bahkan tuk tiap belaian yang ku berikan saat petang
Kau anggap pula sebuah hinaan yang teramat
Saat malam aku masih bisa merasakan harum tubuhmu
Biarpun ku tahu kita terpisah oleh dinding-dinding tak
bertuan
Sungguh tak ku sadari ternyata bunga beracun yang ku
rindu
Yang dengan perlahan lumpuhkan akal sehat dan di
tinggalkan tanpa alasan
Tapi, aku ini…
Tak bolehkah ku tahu kekuranganku ?
Karna ku berencana tuk tahan mentari
Sehingga ku tak tidur dalam malam dan lupakanmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar